Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah

Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah

Tahun lalu saya berkesempatan untuk liburan ke Labuan Bajo selama satu minggu. Kira-kira di akhir bulan Mei, saya merasa seperti kehilangan arah hidup saya (ini serius). Biasanya kalau saya sudah merasa bosan dengan hidup saya, saya langsung berpikir untuk berlibur. Karena pada saat itu kondisi keuangan saya sedang pas-pasan, jadi saya memutuskan untuk liburan di dalam negeri saja. Ide liburan ke Labuan Bajo pun tiba-tiba muncul di kepala.

Karena jatah cuti saya sudah hampir habis di tahun itu, maka saya memutuskan untuk mengambil unpaid leave. Awalnya saya mengajukin unpaid leave selama satu bulan, tetapi kantor hanya mengizinkan saya untuk liburan selama dua minggu. Saya pikir dua minggu akan cukup untuk perjalanan saya. Meskipun saya hanya menghabiskan seminggu di Labuan Bajo, tetapi perjalanan yang saya tempuh cukup memakan waktu. Yes, saya memutuskan untuk berangkat ke Labuan Bajo dengan cara termurah!

Saya tahu bahwa sangat sulit untuk solo traveling di Labuan Bajo, apalagi saya tidak tahu apapun mengenai Flores. Saya khawatir jika tanpa menggunakan jasa travel agency, biaya travel saya di sana malah semakin mahal dan liburan saya malah jadi susah. Jadi, saya tetap memutuskan untuk menggunakan travel agency yang katanya sih paling murah di sana. Saya hanya membayar 2,2 juta untuk sailing trip selama tiga hari. Ini adalah pengeluaran termahal dari biaya perjalanan saya seluruhnya, karena budget saya waktu itu kurang dari 5 juta.

Dari tempat tinggal saya di Jakarta, saya memutuskan untuk naik kereta ke Malang terlebih dahulu. Kenapa mesti ke Malang? Selain karena saya ingin menghasut sahabat saya, Karina, untuk ikut ke Labuan Bajo, cara termurah ke Labuan Bajo versi saya ini memang harus melibatkan kota Malang. Saya naik kereta ekonomi ke Malang seharga 300 ribu (ini termasuk mahal, karena saya beli tiketnya agak mendadak). Kemudian saya menghabiskan kira-kira satu minggu hari di Malang, karena trip saya di Labuan Bajo baru akan dimulai seminggu setelahnya (plus, saya memang ingin berlama-lama di Malang). Saya memilih penginapan super murah di daerah Sigura-Gura dan Merbabu (saya pindah, karena penginapan yang di Merbabu lebih enak) yang harga per malamnya nggak sampai 100 ribu.

Akhirnya saya berhasil meyakinkan sahabat saya, Karina, untuk ikut bersama saya (sepertinya saat itu dia juga sedang mengalami quarter-life crisis). Baru setelah itu kami berdua memesan tiket pesawat dari Bali ke Labuan Bajo. Untung saja saat itu kami hanya dikenakan 1,5 juta per orang untuk tiket pergi dan pulang, itu pun sudah termasuk hotel di Bali. Ini semua berkat Karina yang jago cari tiket promo di Traveloka. Sisanya, kami hanya perlu mencari bus ke Bali yang kami dapatkan pada malam itu juga (harganya cuma 100 ribu per orang).

Setelah hampir menghabiskan satu minggu di Malang, saya dan Karina berangkat ke Labuan Bajo dari Bali. Begitu sampai di terminal Ubung, kami langsung mencari mobil sewaan ke Denpasar untuk mengejar pesawat kami. Perjalanan ke Labuan Bajo kami tempuh selama hampir satu jam dengan pesawat dari Bali. Kami masih punya semalam untuk bersantai sebelum memulai 3-day sailing trip kami.

Kami memilih penginapan super murah yang lokasinya tidak jauh dari dermaga. Per malam nya hanya 200 ribu. Kami juga menyempatkan diri untuk mencicipi hidangan seafood pinggir pantai yang harganya terbilang murah setelah kami tawar. Tidak jauh dari dermaga, ada satu kafe dengan desain interior unik yang menarik perhatian kami sehingga kami pun mampir untuk mencicipi minuman dan makanan kecil di sana. Saya tetap ingat bahwa saya harus berhemat hingga kepulangan saya nanti.

Day 1

The day has come. Akhirnya hari yang kami tunggu tiba juga. Kami kumpul sekitar jam 7 pagi di dermaga bersama dengan rombongan kami. Ada sekitar tujuh orang yang tergabung dalam rombongan kami. Saya excited sekali ketika melihat kapal kami yang terlihat sangat cute. Itu adalah pertama kalinya saya menginap di kapal. Pada hari pertama, kami mengunjungi Pantai Kanawa, Gili Lawa, dan Manta Point.

Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah
Foto yang saya ambil di kamar kami
Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah
Gili Lawa

Day 2

Saya tidak menyangka bahwa ternyata tidur saya cukup pulas meskipun bunyi mesin di kapal terdengar cukup keras di telinga saya. Menu makanan yang disajikan untuk kami cukup bervariasi dan rasanya juga enak. Apalagi sambil melihat pemandangan bukit-bukit cantik di sekitar kami. Mungkin ini yang membuat makanannya jadi enak berkali-kali lipat. Di hari ke-2, kami melakukan trekking ke Pulau Padar dan Pulau Komodo. Kami juga snorkeling di beberapa spot dan saya tidak pernah absen meskipun kulit saya sudah terbakar matahari.

Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah
The infamous Pulau Padar

Day 3

Pada hari terakhir, kami menghabiskan waktu di Taka Makassar dan Pulau Kelor. Ini merupakan hari yang menyedihkan bagi saya, karena saya harus turun dari kapal yang baru saja akrab dengan saya itu. Padahal saya sudah terlanjur betah tidur, mandi, dan makan di kapal. Rasanya ingin terus berada di kapal setiap hari. Kami kembali ke dermaga dan saling mengucapkan salam perpisahan di sana.

Tetapi saya dan Karin masih punya waktu satu hari untuk memuaskan diri kami di Labuan Bajo. Malam itu kami kembali ke penginapan murah kami. Kami juga sempat mengunjungi salah satu kafe populer yang letaknya tidak terlalu jauh dari penginapan kami. Sedikit mengingatkan saya pada Bali, hanya saja jalanannya lebih sepi dan tidak ada musik yang keras. Labuan Bajo memang lokasi yang cocok untuk menenangkan pikiran.

Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah
Bersantai di Mediterraneo

Sebelum kami kembali ke Bali, saya dan Karin memutuskan untuk menginap di atas bukit. Karin berhasil menemukan penginapan keren yang cukup murah di atas bukit. Di sekitar hotel juga ada beberapa tempat wisata seperti Goa Batu Cermin dan Bukit Cinta. Sayangnya kami tidak ke sana dikarenakan biaya sewa mobil yang ternyata cukup mahal. Jadi, saya hanya sempat melakukan kayaking ke pulau kecil di seberang penginapan yang ternyata isinya hanya tumpukkan sampah.

Jadi, demikian cerita perjalanan saya ke Labuan Bajo dengan cara termurah. Saya beruntung, karena saya pergi bersama sahabat saya sehingga biaya penginapan jadi terasa lebih murah (plus, kami dapat tiket promo yang sudah termasuk tiket pesawat). Murah atau mahal bagi setiap orang tentunya berbeda. Saya memahami bahwa murahnya saya belum tentu murah bagi Anda. Semoga catatan perjaanan saya ini bisa bermanfaat bagi Anda.

Penginapan

Malang

Tya Backpackers (4 malam): 280.000

Kavie Hostel (3 malam): 225.000

Bali

Alron Hotel (1 malam): gratis

Labuan Bajo

Siola Hotel (2 malam): 300.000

Waecicu Eden Beach (1 malam): 400.000

Transportasi

Kereta ekonomi dari Jakarta ke Malang: 300.000

Bus AC dari Malang ke Bali: 100.000

Pesawat Bali – Labuan Bajo – Bali: 1.500.000

Labuan Bajo Tour

Indahnesia (3 hari 2 malam): 2.200.000

Recommended Restaurants

Malang

Java Dancer Coffee

Labuan Bajo

Café In Hit Coffee Shop

Mediterraneo

 

 

Sharing is caring!

One thought on “Liburan ke Labuan Bajo dengan Cara Termurah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *