3 Tips Aman & Nyaman Jalan-Jalan ke Nusa Penida

3 Tips Aman & Nyaman Jalan-Jalan ke Nusa Penida

Minggu ini akhirnya saya punya kesempatan untuk liburan ke Nusa Penida. Meskipun cuma menginap semalam, tetapi saya bisa mengunjungi cukup banyak tempat yang wajib dikunjungi oleh setiap traveler di sana.

Kali ini saya nggak akan terlalu banyak cerita tentang lokasi mana saja yang saya kunjungi, karena tempat-tempat yang saya kunjungi sudah cukup mainstream. Tetapi, saya akan berbagi tips untuk kamu yang berencana mengunjungi pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali ini.

1. Jangan Kunjungi Nusa Penida di Musim Hujan

Iya, ini memang obvious banget, tetapi masih banyak traveler yang menyepelekan cuaca, termasuk saya. Kemarin saya datang ke Nusa Penida saat cuaca lagi nggak bagus dan akhirnya saya harus ekstra hati-hati saat mau turun ke pantai. Salah pijakan sedikit bisa bikin saya tergelincir.

Beberapa pantai di Nusa Penida seperti Pantai Atuh dan Pantai Kelingking masih belum punya anak tangga yang bagus dan belum 100 persen aman (beberapa anak tangga bahkan belum terbentuk sempurna) sehingga mengharuskan pengunjung untuk berhati-hati ketika turun.

Tips Aman & Nyaman Jalan-Jalan ke Nusa Penida
Agak salah sih saya ke sini pas musim hujan, tangganya licin banget dan saya harus ekstra hati-hati.

Bukan cuma saat turun ke pantai, naiknya pun cukup susah apalagi ketika hujan deras. Jadi, sebaiknya datang ke sini pas cuacanya benar-benar bagus, sekitar pertengahan tahun (Juni – September).

Ada plus dan minus nya ketika kamu jalan-jalan ke Nusa Penida waktu musim panas. Keuntungannya, kamu bisa turun ke pantai dengan lebih nyaman, duduk di spot terbaik untuk foto, dan hasil foto kamu mungkin akan lebih bagus. Kekurangannya, karena pertengahan tahun adalah musim liburan, jadi mungkin akan ada lebih banyak turis internasional yang datang dan kamu harus sabar meng-antre untuk foto.

2. Sewa Mobil & Supir

Menurut saya, menyewa mobil dan supir selama di Nusa Penida adalah cara yang paling pas buat kita yang suka worry-free travel. Ada banyak jalan yang rusak di Nusa Penida dan ini bisa membahayakan pengendara motor. Plus, ada banyak jalan tanpa nama (unknown roads) yang nggak terbaca di Google Map, jadi mungkin ini bisa sedikit menyulitkan kamu yang membawa motor dan baru pertama kali ke sana.

Kalau kamu keberatan membayar mahal hanya untuk mobil, bensin, dan supir, kamu bisa mencari travel agent yang menawarkan paket tur dengan harga menarik, yang biasanya sudah termasuk supir, penginapan, makan, dan fast boat.

Kalau kamu nggak mau bergabung dengan rombongan atau turis lain, kamu bisa request untuk private tour yang ternyata harganya cukup terjangkau. Saya lebih suka private tour, karena saya bisa berlama-lama di satu tempat dan saya bisa meminta supir untuk berhenti di mana pun yang saya mau (cek rekomendasi dari saya di bawah).

Baca juga artikel Broke Traveler yang sebelumnya: I Finally Had a Chance to Visit Turkey

3. Bawa Jas Hujan

Karena cuaca sering berubah-ubah, saya sarankan untuk selalu bawa jas hujan di dalam tas. Hujan-hujanan kayaknya seru sih, tapi malamnya mungkin kamu bakal kena flu dan keesokan harinya jadi nggak fit untuk jalan-jalan lagi.

Kenapa jas hujan dan bukan payung? Karena payung nggak bakal terlalu berguna saat kamu turun ke pantai atau memanjat bukit (kamu bakal butuh kedua tanganmu untuk pegangan supaya nggak jatuh). Selain itu, payungmu bakal gampang rusak karena terbawa angin (another mistake that I made).

Semoga ketiga tips in berguna buat kamu yang berencana liburan ke Nusa Penida di tahun 2019. Oh iya, satu lagi, jangan lupa minum obat anti mual supaya nggak muntah kayak saya waktu naik fast boat, hehe.

Nusa Penida Private Tour:

nusapenidanet.com

Hubungi: 081339104242 (Made)

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *